Menentukan Letak Periode dan Golongan Suatu Unsur
Periode menunjukkan jumlah kulit. Oleh karena itu, letak periode suatu unsur dapat ditentukan dari jumlah kulitnya. Jumlah kulit ditandai dengan angka di depan subkulit yang terbesar. Golongan menunjukkan jumlah elekton valensi (elektron di kulit terluar). Untuk menentukan golongan suatu unsur, perhatikan beberapa aturan berikut.
1. Golongan Utama (Golongan A)
Unsur yang terletak pada golongan utama memiliki elektron terakhir di subkulit s atau p. Jika elektron terakhir di subkulit s, maka nomor golongan ditentukan oleh jumlah elektron terakhirnya. Namun, jika elektron terakhir di subkulit p, maka nomor golongan merupakan jumlah elektron pada subkulit s dan p terakhirnya (s + p).
2. Golongan Transisi (Golongan B)
Unsur yang terletak pada golongan transisi memiliki elektron terakhir di subkulit d. Pada umumnya, nomor golongan transisi ditentukan dengan menjumlahkan elektron pada subkulit s terakhir dengan elektron pada subkulit d terakhir (s + d). Akan tetapi, terdapat beberapa pengecualian. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan berikut.
Jika konfigurasi elektronnya berakhir pada:
- s2 d1, maka golongan IIIB;
- s2 d2, maka golongan IVB;
- s2 d3, maka golongan VB;
- s1 d5, maka golongan VIB;
- s2 d5, maka golongan VIIB;
- s2 d6, s2 d7, s2 d8 maka golongan IIIB;
- s1 d10, maka golongan IB; dan
- s2 d10, maka golongan IIB;
s1 d10, jumlah elektron = 1 + 10 = 11 elektron, golongan IB (angka satuannya adalah 1).
s2 d10,jumlah elektron = 2 + 10 = 12 elektron, golongan IIB (angka satuannya adalah 2).
3. Golongan Transisi Dalam (IIIB)
Unsur yang terletak pada golongan transisi dalam memiliki elektron terakhir di subkulit f , antara lain:
- Golongan lantanida, jika elektron terakhir di 4f; dan
- Golongan aktinida, jika elektron terakhir di 5f.
4. Elektron Valensi
Elektron valensi adalah elektron di kulit terluar. Jumlah elektron valensi dapat ditentukan dengan aturan berikut.
- Jika elektron terakhir di subkulit s, maka elektron valensinya sejumlah elektron yang mengisi subkulit tersebut.
- Jika elektron terakhir di subkulit p, maka elektron valensinya sama dengan jumlah elektron di subkulit s dan p.
- Jika elektron terakhir di subkulit d, maka elektron valensinya sama dengan jumlah elektron di subkulit s dan d.
- Jika elektron terakhir di subkulit f, maka elektron valensinya sama dengan jumlah elektron di subkulit s dan f.
5. Kulit Valensi
Kulit valensi adalah kulit yang digunakan untuk menghitung elektron valensi.
6. Blok
Blok adalah letak subkulit dari elektron valensi.
Hubungan Sistem Konfigurasi Elektron dengan Letak Unsur dalam Tabel Periodik Unsur
Untuk mengetahui hubungan antara konfigurasi elektron dengan letak unsur dalam SPU, perhatikan 2 tabel konfigurasi elektron berikut ini.
Tabel Konfigurasi Elektron Unsur Golongan IA
| Golongan | Unsur | Z | K | L | M | N | O | P | Q |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Hidrogen | 1 | 1 | ||||||
| 2 | Litium | 3 | 2 | 1 | |||||
| 3 | Natrium | 11 | 2 | 8 | 1 | ||||
| 4 | Kalium | 19 | 2 | 8 | 8 | 1 | |||
| 5 | Rubidium | 37 | 2 | 8 | 18 | 8 | 1 | ||
| 6 | Sesium | 55 | 2 | 8 | 18 | 18 | 8 | 1 | |
| 7 | Fransium | 87 | 2 | 8 | 18 | 32 | 18 | 8 | 1 |
Tabel Konfigurasi Elektron Unsur Periode 2
| Periode | Unsur | Z | K | L | M | N | O | P | Q | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Litium | 3 | 2 | 1 | ||||||
| 2 | Berilium | 4 | 2 | 2 | ||||||
| 3 | Boron | 5 | 2 | 3 | ||||||
| 4 | Karbon | 6 | 2 | 4 | ||||||
| 5 | Nitrogen | 7 | 2 | 5 | ||||||
| 6 | Oksigen | 8 | 2 | 6 | ||||||
| 7 | Fluor | 9 | 2 | 7 | ||||||
| 8 | Neon | 10 | 2 | 8 |
Berdasarkan konfigurasi elektron unsur-unsur tersebut dapat ditarik hubungan antara konfigurasi elektron dengan letak unsur (nomor golongan dan periode) dalam tabel periodik sebagai berikut:
| 1 | Jumlah elektron valensi | Jumlah kulit elektron |
| 2 | nomor golongan | nomor periode |
Pengecualian untuk unsur helium, elektron valensinya 2 tetapi terletak pada golongan gas mulia (VIIIA).
Contoh
- Tentukan letak periode, golongan dari unsur berikut.
- Konfigurasi Elektron 17Cl =
Kulit tertinggi =
Periode =
Golongan = - Konfigurasi Elektron 22Ti =
Kulit tertinggi =
Periode =
Golongan = - Konfigurasi Elektron 34Se =
Kulit tertinggi =
Periode =
Golongan =
- Konfigurasi Elektron 17Cl =
- Jika konfigurasi ion X3+ = [Ar] 3d5, maka tentukan :
- konfigurasi atom X =
- nomor atom X = + + =
- periode =
golongan =
elektron valensi =
kulit valensi =
blok atom X =
Penyelesaian
-
- Konfigurasi Elektron 17Cl = 1s2 2s2 2p6
3s2 3p5 atau 2 8 7.
Oleh karena kulit tertinggi adalah kulit ke-3, maka termasuk periode 3.
Oleh karena elektron terakhir di subkulit p dan jumlah elektron valensinya 7, yaitu 2 elektron dari subkulit 3s dan 5 elektron dari subkulit 3p, maka termasuk golongan VIIA. - Konfigurasi Elektron 22Ti = [Ar] 4s2 3d2 atau 2 8 8 4
.
Oleh karena kulit tertinggi adalah kulit ke-4, maka termasuk periode 4.
Oleh karena elektron terakhir di subkulit d dan jumlah elektron valensinya 4, yaitu 2 elektron dari subkulit 4s dan 2 elektron dari subkulit 3d, maka termasuk golongan IVB. - Konfigurasi Elektron 34Se = [Ar] 4s2 3d10
4p4 atau 2 8 18 6.
Oleh karena kulit tertinggi adalah kulit ke-4, maka termasuk periode 4.
Oleh karena elektron terakhir di subkulit p dan jumlah elektron valensinya 6, yaitu 2 elektron dari subkulit 4s dan 4 elektron dari subkulit 4p, maka termasuk golongan VIA.
- Konfigurasi Elektron 17Cl = 1s2 2s2 2p6
3s2 3p5 atau 2 8 7.
-
- Konfigurasi ion X3+ = [Ar] 3d5.
Pada ion X3+, ada 3 elektron yang keluar dari atom X, yaitu 2 elektron berasal dari 4s dan 1 elektron berasal dari 3d. Dengan demikian, jika atom X tersebut memiliki elektron yang lengkap, maka konfigurasinya menjadi X = [Ar] 4s2 3d6. - Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron pada atom netral
Jumlah elektron pada atom X sama dengan jumlah elektron atom Argon ditambah dengan jumlah
elektron pada subkulit 4s dan 3d. Dengan demikian, diperoleh :
Nomor atom = 18 + 2 + 6 = 26 - Oleh karena kulit tertinggi adalah kulit ke-4, maka termasuk
periode 4.
Oleh karena elektron terakhir di subkulit d dan jumlah elektron valensinya 8, yaitu 2 elektron dari subkulit 4s dan 6 elektron dari subkulit 3d, maka termasuk golongan VIIIB.
Oleh karena elektron terakhir di subkulit d, maka elektron valensinya sama dengan jumlah elektron di subkulit 4s dan 3d, yaitu 8. Dengan demikian, kulit valensinya 4s 3d atau 3d 4s, dan termasuk dalam blok d (karena elektron terakhir mengisi subkulit d).
- Konfigurasi ion X3+ = [Ar] 3d5.
Mari berlatih
Tentukan letak unsur dengan susunan elektron sebagai berikut dalam sistem periodik 49In dan 86Rn!
- 49In =
- Periode =
- Golongan =
- 86Rn =
- Periode =
- Golongan =
Diketahui unsur 13Al, 16S, 18Ar, 34Se, 37Rb, 52Te, 54Xe, dan 55Cs. Tentukan unsur-unsur yang terletak pada golongan dan periode yang sama!
- 13Al = 🠢 Golongan Periode
- 16S = 🠢 Golongan Periode
- 18Ar = 🠢 Golongan Periode
- 34Se = 🠢 Golongan Periode
- 37Rb = 🠢 Golongan Periode
- 52Te = 🠢 Golongan Periode
- 54Xe = 🠢 Golongan Periode
- 55Cs = 🠢 Golongan Periode
- Unsur yang terletak pada golongan yang sama adalah :
Golongan IA :
Golongan VIA :
Golongan VIIIA : - Unsur yang terletak pada periode yang sama adalah :
Periode 3 :
Periode 5 :
Ion X2+ mempunyai jumlah elektron 36. Tentukan kedudukan unsur X pada golongan dan periode sistem periodik unsur modern!
- X2+ =
- X =
- Konfigurasi elektron X =
- Elektron Valensi :
- Golongan :
- Periode :
| Unsur | Konfigurasi Elektron | Elektron Valensi | Nomor Golongan | Jumlah Kulit | Periode | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| K | L | M | N | O | P | Q | |||||
| 10Ne | 8 | 8 | VIIIA | 2 | |||||||
| 20Ca | 2 | 2 | 4 | ||||||||
| 50Sn | 18 | 4 | IVA | ||||||||
| 52Te | 2 | 18 | 6 | 5 | |||||||
| Unsur | Konfigurasi Elektron | Elektron Valensi | Nomor Golongan | Jumlah Kulit | Periode | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| K | L | M | N | O | P | Q | |||||
| 14Si | |||||||||||
| 33As | |||||||||||
| 83Bi | |||||||||||
| 87Fr | |||||||||||